Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala
id-IDandra.dwitama@iik.ac.id (Andra Dwitama Hidayat)bety.lania@iik.ac.id (Bety Lania Arrumsari)Sel, 07 Jul 2026 08:15:48 +0000OJS 3.2.1.1http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Hubungan Stereotipe Gender Terhadap Major Satisfaction Mahasiswa Keperawatan di Kota Kediri
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/411
<p>Profesi dibidang keperawatan didominasi oleh perempuan yang telah menjadi fenomena sosial. Secara budaya dan aspek perilaku dalam kehidupan masyarakat, keperawatan bersifat feminin dan tidak pantas untuk laki-laki. Terdapat sebanyak 532.935 mahasiswa kesehatan dengan jumlah 165.209 (30.57%) mahasiswa keperawatan di Indonesia. Fenomena yang terjadi, terdapat prevalensi sebanyak 45-52% mahasiswa laki-laki di program studi keperawatan di Indonesia. Menggunakan desain penelitian kuantitatif non eksperimen cross sectional studi. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sejumlah 96 responden. Pengumpulan data stereotipe gender menggunakan kuesioner SGQ dan data major satisfaction menggunakan AMSS. Data dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stereotipe gender dalam kategori low sebesar 66,67% dan major satisfaction dalam kategori low sebesar 62,5%. Hasil uji spearman’s rho menunjukkan nilai signifikasi tingkat stereotipe gender dan major satisfaction sebesar 0.000 < 0.05, dengan arah korelasi positif cukup kuat. Maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada hubungan stereotipe gender terhadap major satisfaction mahasiswa keperawatan di Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada institusi dapat mengembangkan program yang membantu mahasiswa memahami realitas profesi keperawatan sehingga mereka memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap jurusan yang dipilih. Untuk instansi pendidikan disarankan menyelenggarakan seminar atau pelatihan terkait kesetaraan gender dalam keperawatan guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran profesional mereka. Untuk profesi keperawatan disarankan untuk lebih aktif dalam mengampanyekan bahwa bidang ini terbuka bagi semua gender. Untuk peneliti selanjutnya disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai faktor lain yang dapat memoderasi hubungan antara stereotipe gender dan major satisfaction.</p>Mohammad Rafi Firdaus, Wildan Akasyah, Bagus Sholeh Apriyanto Apriyanto, Marianingsih
Hak Cipta (c) 2026 MOHAMMAD RAFI FIRDAUS
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/411Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Analisis Faktor Penghambat Penerapan e-Puskesmas di Indonesia Literatur Review
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/361
<p>Penerapan e-Puskesmas merupakan bagian dari transformasi digital layanan kesehatan dasar di Indonesia yang bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi pencatatan, serta integrasi data kesehatan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan yang menyebabkan sistem belum berjalan optimal di banyak Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelompokkan faktor-faktor penghambat penerapan e-Puskesmas di Indonesia melalui metode literature review. Studi ini menggunakan data sekunder berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2022–2025 dan diperoleh melalui pencarian Google Scholar dengan kata kunci terkait e-Puskesmas dan faktor penghambat. Proses seleksi <br>dilakukan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta digambarkan melalui diagram PRISMA, sehingga diperoleh delapan artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan penerapan e-Puskesmas bersifat multidimensional dan relatif konsisten di berbagai wilayah. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan dan literasi digital, keterbatasan sarana prasarana, kualitas jaringan internet yang rendah, keandalan aplikasi yang belum optimal, serta lemahnya dukungan organisasi dan kebijakan internal. Selain itu, permasalahan integrasi sistem, khususnya bridging dengan aplikasi lain seperti P-Care BPJS, turut memperburuk efektivitas implementasi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan penerapan e-Puskesmas tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga memerlukan kesiapan SDM, infrastruktur yang memadai, dukungan manajemen, serta <br>integrasi sistem yang berkelanjutan.</p>Suyaningrum Suyaningrum, Wahyu Wijaya Widiyanto
Hak Cipta (c) 2026 Suyaningrum Suyaningrum
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/361Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Reputasi Digital sebagai Aset Tak Berwujud: Analisis Keputusan Pasien pada Sektor Kesehatan dengan Keterlibatan Tinggi
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/364
Safari Hasan, Elshadai Zefanya Siwabessy
Hak Cipta (c) 2026 Safari Hasan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/364Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Hubungan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-laki di Wilayah Kerja Puskesmas Gurah
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/300
<p><strong>Latar Belakang :</strong> Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang berisiko tinggi dan<br>sering tidak terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi serius. Salah satu faktor risiko yang dapat diubah dan<br>memiliki dampak besar terhadap hipertensi adalah kebiasaan merokok. <strong>Tujuan :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk<br>mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 15–75 tahun<br>di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. <strong>Metode :</strong> Penelitian menggunakan desain crosssectional dengan total 210 responden laki-laki. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan<br>uji chi-square. <strong>Hasil :</strong> Hasil menunjukkan bahwa 73,8% responden mengalami hipertensi. Terdapat hubungan<br>yang signifikan antara usia mulai merokok, jumlah rokok yang dikonsumsi, frekuensi merokok setiap hari,<br>merokok di dalam rumah, dan ketergantungan terhadap rokok dengan kejadian hipertensi (p < 0,05).<br><strong>Kesimpulan :</strong> Temuan ini memperkuat bahwa merokok merupakan faktor risiko utama hipertensi, terutama<br>bila dikaitkan dengan perilaku kecanduan dan rendahnya kesadaran kesehatan. Diperlukan upaya promotif dan<br>preventif seperti edukasi, kampanye berhenti merokok, dan pemeriksaan tekanan darah rutin.</p>Ashyfa Ramadhani, Akhmadi Abbas, Krisnita Dwi Jayanti, Afiyah Fitriana Adianti Adianti, Ella Brisadona Permatasari, Liza Ruvania
Hak Cipta (c) 2026 Ashyfa Ramadhani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/300Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Survei Cepat : Gambaran Umum Gejala dan Faktor Risiko Terduga Common Cold di Wilayah Kerja Puskesmas Pare Kediri
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/296
<p><em>Common cold</em> merupakan infeksi saluran napas atas yang sangat umum terjadi, ditandai oleh gejala ringan seperti batuk, pilek, bersin, dan nyeri tenggorokan. Penyakit ini bersifat <em>self-limiting,</em> namun tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini<strong> bertujuan</strong> untuk memperoleh gambaran umum gejala dan faktor risiko terduga common cold di wilayah kerja Puskesmas Pare, Kabupaten Kediri. Penelitian dilakukan melalui <strong>metode </strong> survei cepat dengan pendekatan cross-sectional pada 210 responden usia 15–64 tahun yang dipilih secara acak dari 30 klaster RW. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat. <strong>Hasil</strong> menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (54,8%) dengan kelompok usia dominan 21–30 tahun (34,3%). Responden yang tergolong suspek <em>common cold</em> sebanyak 50 orang (23,8%), sedangkan yang non-suspek sebanyak 160 orang (76,2%). Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori rendah sebanyak 107 orang (51%), sedangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mayoritas berada pada kategori baik (45,7%). <strong>Kesimpula</strong>n dari penelitian ini yaitu meskipun perilaku PHBS tergolong baik, tingkat pengetahuan responden tentang <em>common cold</em> masih perlu ditingkatkan.</p>Elvanda Helzalia Putri, Bintang, Nadi, Cindy, Akhmadi Abbas, Krisnita Dwi Jayanti
Hak Cipta (c) 2026 Elvanda Helzalia Putri, Bintang, Nadi, Cindy
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/296Sel, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000Strategi Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Penyakit Diare Pada Balita Di Kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/401
<p>Penyakit diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Kediri. Data Dinas Kesehatan Kota Kediri tahun 2024 menunjukkan terdapat 3.755 kasus diare, dengan wilayah kerja Puskesmas Campurejo sebagai salah satu penyumbang kasus tertinggi, yaitu 257 kasus pada balita di Kelurahan Bandar Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perilaku ibu dalam pencegahan penyakit diare pada balita di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah 9 orang, terdiri dari 7 ibu balita sebagai informan utama serta 2 informan kunci yaitu kader kesehatan dan penanggung jawab program diare Puskesmas Campurejo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu balita memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun praktik pencegahan diare belum dilakukan secara konsisten. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya penguatan promosi kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku pencegahan diare pada balita.</p>Vivien PURNAMASARI, S.KM., M.Kes., Akhmadi Abbas, Tutut Pujianto, Anastasya Putri Wisnu Indrasawati, Marianti Dwi Safitri, Ratna Anneha Rahmaniya An Nur, Reva Aurelia Putri, Umi Hanip, Eliza Nur Rosidah
Hak Cipta (c) 2026 Vivien PURNAMASARI, S.KM., M.Kes.
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/401Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Analisis Komparatif Suhu Ruang Area Produksi Pabrik Roti ‘PD’ Dan Pabrik Roti ‘BN’ Kota Kediri
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/402
Ekawati Wasis Wijayati, Dela Muji Cahyani, Siti Anisa, Anisa Nabila Dwiputri, Melya Putri Haritya, Moch Reihan Farizki, Wyke Afdanila Nurafida, Rosania Putri Febriyanti
Hak Cipta (c) 2026 Ekawati Wasis Wijayati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/402Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Optimasi Kebijakan Tata Kelola Kode Diagnosis Guna Meminimalisir Pending Klaim BPJS Di Rumah Sakit X Kediri
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/413
<p><strong>Abstrak</strong>. <strong>Latar Belakang</strong>: <em>Pending</em> klaim terjadi apabila hasil <em>grouping</em> kode tidak sesuai dalam aturan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2021 Tentang Pedoman INA-CBG dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan. Pada Januari tahun 2024 terdapat 1.050 dokumen rekam medis, dengan <em>pending</em> klaim sebanyak 72 dokumen. Klaim BPJS Kesehatan yang belum diproses adalah masalah krusial dalam kestabilan keuangan rumah sakit dan memerlukan intervensi segera. <strong>Tujuan</strong>: Untuk meninjau aturan pelaksanaan klaim yang berlaku di rumah sakit agar bisa mengurangi jumlah <em>pending</em> klaim BPJS Kesehatan. <strong>Metode</strong>: Adalah penelitian deskriptif kuantitatif di Rumah Sakit X Kediri menggunakan pendekatan observasional. Data dikumpulkan selama periode Februari-April 2025 dengan cara memeriksa dokumen rekam medis dan laporan klaim dari BPJS Kesehatan. <strong>Hasil</strong>: Data klaim BPJS periode Februari–April 2025 di Rumah Sakit X Kediri menunjukkan fluktuasi angka <em>pending</em> yang berisiko pada stabilitas finansial. Tingkat <em>pending</em> tercatat sebesar 6% (68 Dokumen) pada Februari, menurun ke titik terendah 5% (58 Dokumen) pada Maret, namun melonjak hingga 7% (89 Dokumen) pada April. Tingginya angka ketidakakuratan kode diagnosis ini menjadi determinan utama penyebab hambatan klaim yang secara sistemik berpotensi merugikan arus kas rumah sakit. <strong>Kesimpulannya</strong>: Rumah sakit X Kediri sudah punya kebijakan yang berbentuk SK Direktur dan SOP untuk Klaim Rawat Inap bagi Peserta JKN, tetapi pelaksanaannya masih belum maksimal. <strong>Saran</strong>: Perlu memperkuat pengelolaan kode diagnosis dengan cara memberikan pelatihan rutin kepada petugas Coder, melakukan audit koding, meningkatkan komunikasi antara dokter dan petugas Coder, serta memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi klaim secara berkelanjutan untuk mengurangi jumlah klaim BPJS Kesehatan yang tertunda.<br><strong>Kata kunci:</strong> BPJS, Kode Diagnosis, <em>Pending</em> Klaim, Rumah Sakit</p>Indah Susilowati, Silvia Ayu Anggraini, Agustinus Nugroho Pudji Lestarjo; Agus Sulistiawan, Safari Hasan, Dadiek Sumardianto, Dyah Novi Wulansari, Susi Yuliandari; Florentina Joestandari, Fida Rahmayanti
Hak Cipta (c) 2026 Indah Susilowati, Silvia Ayu Anggraini, Agustinus Nugroho Pudji Lestarjo; Agus Sulistiawan, Safari Hasan, Dadiek Sumardianto, Wahyu Sri Astutik, Dyah Novi Wulansari, Susi Yuliandari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/413Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Kortikosteroid Terhadap Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Systematic Review
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/398
<p>Kortikosteroid merupakan obat yang banyak digunakan dalam berbagai kondisi klinis dan diketahui dapat memengaruhi metabolisme glukosa melalui peningkatan glukoneogenesis dan resistensi insulin. Pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), penggunaan kortikosteroid berpotensi memperburuk kontrol glikemik dan meningkatkan risiko hiperglikemia. Namun, bukti ilmiah mengenai pengaruh kortikosteroid terhadap kontrol glikemik pada pasien DMT2 masih tersebar dan beragam, sehingga diperlukan telaah sistematis. Systematic review ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan kortikosteroid terhadap kontrol glikemik pada pasien DMT2 berdasarkan sintesis naratif dari hasil penelitian yang tersedia. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data elektronik PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang diinklusi meliputi penelitian observasional dan eksperimental yang melibatkan pasien DMT2 yang mendapatkan terapi kortikosteroid, dengan luaran berupa parameter kontrol glikemik seperti glukosa darah puasa, glukosa darah postprandial, dan HbA1c. Seleksi studi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Penilaian kualitas metodologis studi dilakukan menggunakan instrumen yang relevan, dan hasil penelitian disintesis secara naratif mengikuti pedoman PRISMA. Sebagian besar studi yang ditelaah menunjukkan adanya peningkatan kadar glukosa darah dan/atau HbA1c pada pasien yang menggunakan kortikosteroid, khususnya pada penggunaan kortikosteroid sistemik dengan dosis dan durasi tertentu. Variasi efek terhadap kontrol glikemik dipengaruhi oleh jenis kortikosteroid, rute pemberian, durasi terapi, serta karakteristik klinis pasien. Beberapa studi juga melaporkan peningkatan kebutuhan terapi antidiabetik selama penggunaan kortikosteroid. Berdasarkan sintesis naratif, penggunaan kortikosteroid cenderung berdampak negatif terhadap kontrol glikemik pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2.</p>Yusnita Julyarni Akri, Donna Dwinita Adelia, Donny n Yunamawan, Yanuar Hadi Irawan
Hak Cipta (c) 2026 Yusnita Julyarni Akri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/398Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Profil Klinis dan Perawatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di RSUD Gambiran Kota Kediri Tahun 2024
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/405
<p style="font-weight: 400;">Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Komplikasi ini sebagai faktor prediktor kuat pada lama dirawat pasien. Penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 73 pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi bulan Januari-Oktober tahun 2024 di RSUD Gambiran Kota Kediri dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, disajikan dalam tabel dan narasi. Rata-rata kadar gula darah pasien 203 mg/dL dan tekanan darah sistole dan diastole 149/82 mmHg, mayoritas pasien umur >60 tahun sebanyak (51%), jenis kelamin laki-laki (48%) sedangkan perempuan (52%), cara pembayaran pasien menggunakan BPJS Kesehatan sebanyak (100%), pasien mengalami 1 jenis komplikasi sebanyak (85%) dengan komplikasi terbanyak <em>diabetic nephropathy</em> (44%), tindakan medis terbanyak yaitu <em>diabetic nephropathy</em> dengan tindakan medis <em>hemodialysis</em> sebanyak (44%), LOS pasien paling singkat 2 hari dan paling lama 12 hari. Karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi memiliki rata-rata kadar gula darah 203 mg/dL, tekanan darah 149/82 mmHg, mayoritas umur >60 tahun, jenis kelamin perempuan, pembayaran BPJS Kesehatan, mengalami 1 jenis komplikasi, tindakan medis terbanyak <em>hemodialysis</em>, LOS pasien 2-12 hari.</p>Forman Novrindo Sidjabat, Artiawanda Anugrah Putri
Hak Cipta (c) 2026 Forman Novrindo Sidjabat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/405Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Pare Kabupaten Kediri
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/299
<p>Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian khusus karena bersifat kronik,<br>progresif, dan sering kali tanpa gejala. Salah satu faktor non-fisik yang berperan dalam kejadian hipertensi<br>adalah stres, yang dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis dan<br>pelepasan hormon kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian<br>hipertensi pada pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Pare, Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang<br>digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat<br>pengguna BPJS di Kelurahan Pare dan Desa Tulungrejo, dengan jumlah responden sebanyak 210 orang yang<br>dipilih menggunakan teknik cluster sampling . Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner,<br>sedangkan data sekunder diperoleh dari Puskesmas Pare. Hasil uji Koefisien Kontingensi menunjukkan terdapat<br>hubungan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p . value = 0,000). Responden dengan<br>stres sedang memiliki proporsi hipertensi tertinggi (75%), diikuti oleh stres ringan (35,4%), sedangkan yang<br>tidak mengalami stres memiliki proporsi terendah (17,6%). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang kuat<br>antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada pasien BPJS di wilayah kerja Puskesmas Pare.<br>Kata kunci: Stres, Hipertensi, BPJS, Epidemiologi, Layanan Kesehatan Primer</p>marshanda saqila; Akhmadi Abbas; Krisnita Dwi Jayanti, Rahma Nisa Intan Permata, Rizka Alifa Putri, Tania Aurelia Azzahra
Hak Cipta (c) 2026 marshanda saqila
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/299Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000Studi Literatur : Analisis Kepuasan pengguna terhadap Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/362
<p><strong><em>Abstract</em></strong><em>. This literature study aims to analyze user satisfaction with Hospital Management Information Systems (HMIS/SIMRS) and Electronic Medical Records (EMR) using the End User Computing Satisfaction (EUCS) framework, which includes five dimensions: content, accuracy, format, ease of use, and timeliness. The review was conducted on ten selected journal articles that examined the implementation and user experiences of health information systems in healthcare facilities. The synthesis shows that user satisfaction generally ranges from good to very good, particularly in terms of information content, interface presentation, and timeliness. Nevertheless, several studies reported recurring challenges related to system usability and data accuracy, often associated with interface complexity, limited user familiarity, and technical constraints such as slow response time and system errors. These findings indicate that system quality and information quality remain key determinants of user satisfaction. Overall, SIMRS and EMR contribute positively to healthcare service delivery, although continuous improvement is necessary to enhance usability, responsiveness, and alignment with user needs.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>User Satisfaction, SIMRS, EUCS</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong>. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Rekam Medis Elektronik (RME) dengan menggunakan kerangka End User Computing Satisfaction (EUCS) yang mencakup lima dimensi, yaitu content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Kajian dilakukan terhadap sepuluh artikel jurnal yang membahas implementasi serta pengalaman pengguna dalam pemanfaatan sistem informasi kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna umumnya berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek konten informasi, tampilan sistem, dan ketepatan waktu. Namun demikian, beberapa penelitian masih menemukan kendala pada kemudahan penggunaan dan akurasi data yang berkaitan dengan kompleksitas antarmuka, keterbatasan pemahaman pengguna, serta permasalahan teknis seperti lambatnya respon sistem dan error aplikasi. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi merupakan faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna. Secara keseluruhan, SIMRS dan RME dinilai mampu mendukung pelayanan kesehatan, meskipun diperlukan upaya pengembangan berkelanjutan agar sistem semakin mudah digunakan, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Kepuasan Pengguna, SIMRS, EUCS</p>Siti Solikah, Wahyu Wijaya Widiyanto
Hak Cipta (c) 2026 Siti Solikah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jenggala/article/view/362Sel, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000