https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/issue/feedJurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya2026-07-11T08:45:28+00:00IIK BHAKTA Synthesis Journal Editorial Teamjurnalsintesis@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong><img style="float: left; width: 136px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #1eb53e;" src="https://jurnal.iik.ac.id/public/site/images/admjurnaliik2020/backup-of-cover-2.jpg" width="305" height="188" />Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya (Journal Title in English: Journal of Synthesis: Science, Applied Research, and Analysis)</strong> is a scientific research journal dedicated to quality publications in the fields of pure science, applied science and analysis with ISSN number <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2745-9918" target="_blank" rel="noopener">2745-9918</a> and has been indexed by <a title="Sinta" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12632" target="_blank" rel="noopener">SINTA 5</a>. This journal is published by the Faculty of Science, Technology and Analysis of the <a href="https://www.iik.ac.id/">Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata</a> by the Interest Group of the Science, Applied Science and Science Analysis interest areas which are published twice a year, namely in June and December. All publications in the Journal of Synthesis: Research in Science, Applied and Analysis are open access which allows articles to be freely available online without a subscription.</p>https://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/287Air Rebusan Biji Kacang Hijau (Vigna radiata L.) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Candida albicans2025-11-28T02:06:55+00:00Sofia Nandasofianans15@gmail.comAnthofani Farhanfarhan@gmail.comInayatul Ainiaini@gmail.com<p>Jamur <em>Candida albicans </em>adalah salah satu jamur yang dapat menginfeksi manusia<em>.</em>Media paling banyak digunakan untuk pertumbuhan jamur adalah SDA (<em>Sabouraud Dextrose Agar</em>). Namun, media SDA memiliki keterbatasan, seperti harga tinggi, produksi terbatas, dan waktu pemesanan yang lama. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain untuk menggantikan media SDA yang lebih efektif dan efisien. Kacang hijau adalah salah satu kacang-kacangan populer di Indonesia dengan harga terjangkau. Kacang hijau kaya akan protein dan karbohidrat, menjadikannya sumber nutrisi potensial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi air rebusan biji kacang hijau sebagai media alternatif pertumbuhan jamur <em>Candida albicans</em>. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, secara <em>experimental laboratory</em>. Populasi penelitian ini merupakan biji kacang hijau yang diperoleh dari kebun di Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan menggunakan <em>quota sampling</em>. Sampel yang digunakan sebanyak 65 gr (5 gr, 10 gr, 20 gr, 30 gr). Variabel dalam penelitian ini adalah biji kacang hijau sebagai media perkembangan jamur <em>Candida albicans.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air rebusan kacang hijau 5%, 10%, 20%, dan 30% meningkatkan pertumbuhan jamur <em>Candida albicans</em>. Kandungan karbohidrat dan protein dalam air rebusan membantu pertumbuhan jamur. Pada media alternatif ditumbuhi jamur <em>Candida albicans</em> sebanyak 380 koloni pada konsentrasi 5%, 472 koloni pada konsentrasi 10%, 558 koloni pada konsentrasi 20%, dan 708 koloni pada konsentrasi 30%. Peneliti menyarankan untuk menggunakan metode pengenceran untuk mendapatkan kultur jamur yang seragam dan karakteristik yang konsisten, serta untuk mendapatkan visualisasi koloni yang baik</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/345Emotional Intelligence, Kepatuhan Pengobatan terhadap Quality of Life Pasien Diabetes Mellitus2026-01-14T03:37:38+00:00Sri Wahyunisri.wahyuni@iik.ac.idWahyu Sri Astutiksri.wahyuni@iik.ac.idAshifpah Zulhaersri.wahyuni@iik.ac.id<p>Diabetes melitus akibat gangguan pada produksi insulin, retensi insulin, atau kombinasi kedua kondisi ini. Di Indonesia, diabetes melitus menjadi masalah kesehatan utama yang memerlukan perhatian khusus dan menjadi prioritas penanganan penyakit tidak menular yang jumlah kasusnya meningkat setiap tahun. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan <em>emotional intelligence</em>, kepatuhan pengobatan, dan <em>quality of life</em>. Jenis penelitian <em>cross-sectional</em> dengan jumlah sampel sebesar 103 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi penelitian dan dihitung dengan aplikasi program <em>G*Power</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em>. Alat ukur untuk menilai kecerdasan emosional menggunakan kuesioner <em>Emotional Competence Inventory</em> 2.0 (ECI), untuk menilai kepatuhan pengobatan dengan kuesioner MGL-MAQ dan kualitas hidup dengan kuesioner Short Form 6 Dimensions (SF-6D). Perangkat lunak software SPSS digunakan untuk menganalisis data, dengan uji statistik <em>chi-square</em>. Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa emotional intelligence tinggi terhadap quality of life baik adalah 30,4%, dan kepatuhan pengobatan yang patuh terhadap <em>quality of life</em> baik adalah 68%. Hasil analisis diperoleh nilai p-value = 0.001. Kesimpulan: terdapat hubungan <em>signifikan</em> antara variabel <em>emotional intelligence</em> dan kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Diharapkan emotional intelligence dan kepatuhan pengobatan yang tinggi pada pasien diabetes dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga diharapkan jangka panjang dapat mencegah timbulnya komplikasi lanjut akibat penyakit diabetes.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/360Diskordansi Kadar CRP dan LED pada Pasien DM Tipe-2 dengan Ulkus Kaki Diabetik: Analisis dengan Pendekatan Biofisika2026-05-22T06:50:43+00:00Arshy Prodyanatasariarshy.prodyanatasari@iik.ac.idMely Purnadiantyomansukarna@gmail.comMardiana Prasetyani Putrineyna_ub@yahoo.co.idNovia Agustinanovia.agustina@iik.ac.idIsni pra fitriliaIsniprafitrilia.apt@gmail.com<p><em>Discordance between C-Reactive Protein (CRP) levels and Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) in type-2 diabetes mellitus patients with ulcers is frequently encountered in clinical practice, yet the underlying biophysical mechanisms remain largely unexplored. This study aimed to analyze the effect of CRP levels on erythrocyte membrane zeta potential and ESR in type-2 diabetes mellitus patients with ulcers. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted from June to July 2025 at Daha Husada Hospital, Kediri City. The population comprised all 85 inpatients with type-2 diabetes mellitus and ulcers in 2024, with a sample of 20 patients selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Primary data included CRP level examination (latex agglutination method), ESR (Westergren method), and erythrocyte membrane zeta potential (zeta potential analyzer). Data were analyzed using Pearson correlation and linear regression tests with SPSS version 25 (p<0.05). The results showed that among 20 respondents, 18 patients (90%) had negative CRP (<6 mg/L) and 2 patients (10%) had positive CRP. A total of 12 patients (60%) exhibited increased ESR, of which 10 (55.6%) had negative CRP. Both patients with positive CRP showed highly significant ESR increases (75 mm/hour and 110 mm/hour). This study confirms the presence of discordance between CRP and ESR in half of the respondents, indicating the role of erythrocyte membrane zeta potential as a biophysical mediator in determining ESR. Further research with direct zeta potential measurement and molecular form analysis of CRP is essential to strengthen these findings.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/392Optimization of Plasticizer Type and Concentration on the Physical Quality of Paper Soap: A Factorial Design Approach2026-05-22T06:53:22+00:00Lu'lu' Fadlila 'Azizd500241008@student.ums.ac.idHaryantoHaryanto@gmail.com<p><em>Paper soap is an innovat</em><em>ion of </em><em>solid soap in the form of thin sheets that </em><em>is practical for travelling, but excessive brittleness remains a production chalenge</em><em>. This study compare the effect of </em><em>five types of </em><em>plasticizers (glycerin, propylene glycol, polyethylene glycol (PEG-400), sorbitol, and sucrose) at five concentration levels (0%, 5%, 10%, 15%, and 20%)</em><em> on the physical quality of paper soap based on SNI 2048:202 standars. </em><em>The </em><em>experimental study used a 5x5 factorial design with MANOVA analysis to test flexibility</em><em>, pH, foam stability, and dissolution time.</em><em> </em><em>Glycerin 20% </em><em>showed optimal results: </em><em>high </em><em>flexibility</em><em> (14,67</em><em>-fold</em><em>), foam stability of 91,56%, dissolution time of 105 seconds, and pH 9,06. Sorbitol 15-20% can be an alternative with a higher pH, but</em><em> moderate flexibility</em><em>. PEG-400 and sucroese showed low </em><em>flexibility</em><em> despite accelerating dissolution. Glycerin 20% is the optimal formulation</em><em> as</em><em> it provides the best balance between flexibility, foam stability, and dissolution. The</em><em> selection </em><em>of plasticizer and </em><em>their</em><em> concentration must be done simultaneously to obtain optimal paper soap quality.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/399Potential Hyperglycemia Among Substance-Abusing Inmates: A Descriptive Study of Fasting Blood Glucose and Metabolic Characteristics2026-05-22T06:59:27+00:00Aulia Risqi FatmarizaAulia.risqi@iik.ac.idDanny Meganingdyah Primartatidanny.mp@iik.ac.idAngga Eka Kurniawanangga.eka@iik.ac.idRahmad Darmawanrahmad.darmawan@iik.ac.idAprilia Kusumaningrumaprilia.kusumaningrum@iik.ac.id<p><em>Substance abuse can disrupt glucose metabolism and increase the risk of undetected hyperglycemia, particularly in vulnerable populations such as inmates. This study aimed to describe fasting blood glucose levels and metabolic characteristics among substance-abusing inmates. A descriptive cross-sectional study was conducted involving 80 inmates selected by total sampling. Data included fasting blood glucose, body mass index, and blood pressure. Descriptive statistical analysis was performed, including mean, median, standard deviation, range, and proportion of hyperglycemia. The mean fasting blood glucose level was 121.3 mg/dL (median 117 mg/dL; SD 22.77 mg/dL; range 84–204 mg/dL). Hyperglycemia was observed in 42.5% of respondents. A proportion of subjects were also classified as obese and hypertensive. Substance-abusing inmates demonstrate a considerable burden of hyperglycemia, highlighting the importance of routine metabolic screening in correctional settings.</em></p> <p><em><strong><u>Keywords:</u></strong> <u>fasting blood glucose; hyperglycemia; substance abuse; inmates; metabolic risk</u></em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/406Efektivitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dalam Rehabilitasi Nyeri Pinggang Bawah Kronis : A Systematic Review2026-05-22T07:03:22+00:00Alfian Noha Zulkarnainalfian.noha@iik.ac.idSukadisukadi@iik.ac.idKurniani HardiniKurniani@gmail.comIndra Cahyadinataindracahya@gmail.com<p>Latar Belakang: <em>Chronic low back pain</em> (CLBP) adalah salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia dan seringkali mengakibatkan keterbatasan fungsional, penurunan kualitas hidup, dan penurunan produktivitas kerja. <em>Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation</em> (TENS) adalah modalitas elektroterapi non-invasif yang umum digunakan dalam fisioterapi untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan CLBP. Namun, bukti mengenai efektivitasnya dalam hasil rehabilitasi masih belum konsisten. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas <em>Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation</em> (TENS) dalam rehabilitasi pasien dengan nyeri punggung bawah kronis. Metode: Studi ini menggunakan desain tinjauan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan menggunakan <em>Publish or Perish</em> melalui basis data <em>Google Scholar</em>. Sebanyak 100 artikel diidentifikasi, diikuti analisis <em>open access</em> dengan <em>Mendeley</em>. 7 studi memenuhi kriteria inklusi dan dimasukkan dalam tinjauan akhir. Dengan kriteria inklusi uji <em>randomize control trials</em> dan tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Sintesis data dilakukan untuk menganalisis efek TENS pada intensitas nyeri, kemampuan fungsional, dan hasil rehabilitasi pada pasien CLBP. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan bahwa TENS efektif mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan hasil fungsional pada pasien dengan <em>Chronic low back pain</em> (CLBP), terutama bila dikombinasikan dengan latihan terapeutik. TENS juga menunjukkan efek analgesik jangka pendek yang positif dan meningkatkan partisipasi pasien selama program rehabilitasi. Kesimpulan: TENS tampaknya merupakan modalitas yang efektif dan aman untuk mengurangi nyeri dan mendukung rehabilitasi pada pasien dengan nyeri punggung bawah kronis, meskipun diperlukan studi berkualitas tinggi lebih lanjut untuk menetapkan protokol rehabilitasi yang terstandarisasi.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/425Kualitas Limbah Cair di Rumah Sakit Graha Juanda Bekasi Tahun 20262026-07-03T03:09:22+00:00Yusnita Yusfikragilsharon2121@yahoo.co.idYuli RestiyantiYuliRestyanti@gmail.comNur Alamnuralam@gmail.comKurniati NawangwulanKurniatiNawangwulan12345@yahoo.com2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/303Analisa Enzim Cholinesterase (AChE) pada Kelompok Petani Semprot Regu Pengendali Hama (RPH) di Dusun Sukorejo Kecamatan Perak Kabupaten Jombang2025-11-28T02:08:06+00:00mesi diah ayu puspita Sarimesidiahayupuspita@gmail.comFarach KhanifahFarachKhanifah@gamil.comEvi Rositaevirosita@gmail.com<p>Petani Semprot adalah petani yang menggunakan alat penyemprotan atau spreyer untuk<br />menyeprotkan cairan seperti pupuk, pestisida, atau herbisida pada tanaman, sehingga hasil produksi<br />dapat meningkat. Penggunaan pestisida berlebihan dapat menyebabkan aktivitas enzim Cholinestarse<br />didalam tubuh dapat mempengaruhi aktivitas enzim Cholinestarse (AChE) dalam tubuh. Enzim<br />Cholinestarse (AChE) yang menurun dapat mengakibatkan keracunan. Penelitian ini bertujuan untuk<br />menganalisa enzim Cholinestarse (AChE) pada kelompok petani semprot regu pengendali hama<br />(RPH) di dusun Sukorejo Kecamatan Perak Kabupaten Jombang.<br />Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh petani<br />semprot yang tergabung di kelompok regu pengendali hama (RPH) di Dusun Sukorejo Kecamatan<br />Perak Kabupaten Jombang yang berjumlah 25 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 10 orang<br />diambil secara purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah aktivitas enzim Cholinesterase<br />(AChE) pada petani semprot. Pemeriksaan aktivitas enzim Cholinesterase (AChE) menggunakan<br />metode kinetic fotometrik. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.<br />Hasil penelitian didapatkan sebagian besar petani semprot di kelompok regu pengendali<br />hama (RPH) di Dusun Sukorejo Kecamatan Perak Kabupaten Jombang memiliki hasil aktivitas<br />enzim Cholinesterase (AChE) normal sebanyak 9 responden (90%) dan 1 responden (10%) memiliki<br />memiliki hasil aktivitas enzim Cholinesterase (AChE) tidak normal. berdasarkan penelitian yang<br />dilakukan pada kelompok petani semprot regu pengendali hama (RPH) di Dusun Sukorejo<br />Kabupaten Kecamtan Perak Kabupaten Jombang dapat disimpulkan Sebagian besar petani memiliki<br />hasil aktivitas enzim Cholinesterase (AChE) normal.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/354Efektivitas Pineco Jelly sebagai Antidiabetes pada Tikus Hiperglikemia Induksi Aloksan2025-11-28T08:45:47+00:00Cikra Safitricikraikhda@gmail.comFilnia Putri Nuroikhafilnia9@gmail.com<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas hiperglikemia sediaan Pineco Jelly yang berbahan dasar herbal dari ekstrak daun nanas (<em>Ananas comosus L.</em>). Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vivo pada tikus hiperglikemik terinduksi aloksan. Ekstrak daun nanas diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70% dan diformulasikan menjadi Pineco Jelly dengan dosis 300 dan 600 mg. Uji antihiperglikemik dilakukan pada tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa Pineco Jelly menurunkan kadar glukosa darah sebesar 45–50% pada dosis 300 mg/kgBB dan 60–65% pada dosis 600 mg/kgBB, dengan efektivitas mendekati glibenklamid. Penelitian ini mengindikasikan bahwa Pineco Jelly memiliki potensi sebagai sediaan herbal antidiabetes yang efektif pada hewan uji tikus jantan galur wistar dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian lebih lanjut.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Hiperglikemia; Ekstrak daun nanas; Pineco jelly; Herbal</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/388ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIBIOTIK LEVOFLOXACIN DAN CEFTRIAXONE PASIEN PNEUMONIA DEWASA RAWAT INAP BPJS DI RSM AHMAD DAHLAN KOTA KEDIRI 20242026-05-22T06:48:10+00:00Djembor Walujodjembor.walujo@iik.ac.idWidhi Astutikastutik0208@gmail.comTiara Ningrumtiaraningrum@gmail.com<p><em>The causes of pneumonia include various microorganisms such as bacteria, viruses, parasites, and fungi. This condition can also be triggered by exposure to chemical substances or physical damage to lung tissue. The purpose of this study was to determine which antibiotic is more cost-effective based on therapeutic outcomes and more efficient costs between Levofloxacin and Ceftriaxone in adult hospitalized pneumonia patients who are BPJS Class III participants at RSM Ahmad Dahlan Hospital, Kediri City, in 2024. This study used a retrospective design, by tracing and analyzing patient data from previous periods through the collection of medical record data and hospital financial data. The sample was taken using a purposive sampling technique with a total of 40 patients. Data analysis was conducted using the Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) method. The variables analyzed included therapeutic effectiveness and direct medical costs incurred during treatment. The results of the study showed that the effectiveness of therapy in hospitalized pneumonia patients at RSM Ahmad Dahlan in 2024 reached 100%, both in the Ceftriaxone therapy group consisting of 20 patients and in the Levofloxacin group consisting of 20 patients. Based on the ACER calculation results, the most cost-effective therapy in the management of pneumonia was the use of the antibiotic Ceftriaxone with a cost of Rp25,554, which is lower than therapy using the antibiotic Levofloxacin, which has an ACER value of Rp30,914.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/395Analisis Korelasi Tingkat Timbal (Pb) dan Kreatinin dalam Darah pada Kelompok Manusia Silver di Wilayah Kediri2026-05-22T06:55:49+00:00Mardiana Prasetyani Putrineyna_ub@yahoo.co.idArshy Prodyanatasari M.Pd.arshy.prodyanatasari@iik.ac.idMely Purnadiantyomansukarna@gmail.comNovia Agustinanovia.agustina@iik.ac.idNita Ermawatinita.ermawati@iik.ac.id<p>Heavy metal exposure, such as lead (Pb), poses a severe threat to human health due to its toxic nature, which can trigger vital organ damage, particularly in the kidneys. The 'silver human' group is at high risk of Pb exposure due to the routine application of metallic paint over their entire bodies. This research aimed to evaluate the correlation between blood lead concentrations and serum creatinine levels as an indicator of kidney function among silver humans in Kediri City. This observational study, utilizing a cross-sectional design, involved six silver human subjects selected through total sampling. Pb analysis was performed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), while creatinine levels were assessed using standard laboratory methods. All respondents (100%) exhibited Pb levels within the normal range, with an average of 7.000 µg/dL. However, regarding the creatinine parameter, 50% of the respondents were found to have levels exceeding the normal threshold. Pearson statistical analysis indicated a p-value of 0.785 (p > 0.05). Consequently, no significant correlation was observed between blood lead levels and creatinine concentrations among the research subjects in Kediri City.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/400Identification of Gram-Negative Bacteriuria among Diabetes Mellitus Patients at X Public Health Center, Kediri2026-05-22T07:00:31+00:00TRIFFIT IMASARItriffit.imasari@iik.ac.idErawatierawati@iik.ac.idSiska Kusuma Wardanisiska.kusumawardani@iik.ac.idIndra Fauzi Sabbanindra.fauzi@iik.ac.idVanda Pitasarivandapitasa@gmail.com<p><em>Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by a steadily increasing prevalence both globally and nationally. Patients with DM are highly susceptible to various infections, with Urinary Tract Infection (UTI) being one of the most frequent complications. The hyperglycemic state in DM patients leads to glycosuria, a condition where the presence of glucose in the urine creates an ideal environment for the proliferation of pathogenic microorganisms. Microbiologically, Gram-negative bacteria are the primary etiology of UTIs in diabetic patients. Bacteria such as Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, and Proteus mirabilis possess specific virulence factors that facilitate adherence to the urinary tract epithelium. The objective of this research was to identify Gram-negative bacteria and determine their percentage distribution among Diabetes Mellitus patients at Public Health Center X in Kediri. This research employed a descriptive research method with an accidental sampling technique, utilizing 14 urine specimens from DM patients. The results revealed the presence of Klebsiella sp. (36%), Escherichia coli (50%), and Salmonella sp. (14%) in the urine of the subjects. Based on these findings, it can be concluded that urinary tract infections in Diabetes Mellitus patients at Public Health Center X, Kediri, are caused by several types of pathogenic bacteria, with the highest prevalence being Escherichia coli, followed by Klebsiella sp., Salmonella sp., and Proteus sp. Early detection and management of bacterial infections are essential to prevent further complications in patients with Diabetes Mellitus</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/409Evaluasi Kualitas Air Kali Petukangan di Sekitar Kawasan Industri Pulogadung Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia2026-05-22T07:02:37+00:00Adia Putra Wirmanadia_putrawirman@uhamka.ac.idIchsan Riyantoichsanadi@gmail.comTri Prasetiyorin Prasetiyorin@gmail.comNurul Nikmatullahydtydgban@gmail.comOktadio ErikardoOktadio@gmail.comEuis Purbasarieuisp@gmail.com<p><em>Kali Petukangan is a small river stream located on Jalan Rawa Gelam, Cakung District, East Jakarta. This river is frequently used as a disposal site for both domestic and industrial waste, largely due to its proximity to the Pulogadung industrial area. This study aims to evaluate the water quality of Kali Petukangan by analyzing several physical and chemical parameters. The research process includes determining sampling points, collecting and transporting samples, conducting laboratory tests, and analyzing the data. The study employs a laboratory experimental design with a descriptive observational approach and a sequential explanatory method. The test results indicate that the average water temperature is 26°C, pH ranges from 7.59 to 8.30, color varies from 3.0 to 57.0 Pt-Co, conductivity ranges between 643 and 763 µmhos/cm, total dissolved solids (TDS) are between 313.3 and 453.3 mg/L, total suspended solids (TSS) range from 47.5 to 73 mg/L, dissolved oxygen (DO) ranges from 0.39 to 2.75 mg/L, and biological oxygen demand (BOD) is between 16.55 and 27.50 mg/L. Based on these results, the water quality of Kali Petukangan is classified as moderately polluted.</em></p> <p><em> </em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/204AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAUN HAROU (CHROMOLAENA ODORATA L.) PADA BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PENYEBAB INFEKSI KULIT 2025-06-13T07:08:42+00:00Gwinerty Julianusgwinerthyjulia@gmail.comAwaluddin SusantoAwaluddinSusanto@gmail.comEvi Rositaevirosita@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Infeksi kulit merupakan masalah kesehatan yang terjadi hampir di seluruh dunia dan salah satu penyebab infeksi kulit yaitu bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Upaya pengobatan terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri sejauh ini adalah dengan menggunakan antibiotik namun, bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> saat ini mengalami resistensi pada antibiotik sintesis yaitu terhadap metisillin yang dikenal dengan MRSA (<em>Metisillin Resisten</em> <em>Staphylococcus aureus</em>) dan telah menimbulkan masalah serius di bidang kesehatan sehingga diperlukan alternatif lain dengan menggunakan antibiotik dari tumbuhan tradisional. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui aktivitas antibakteri air perasan daun harou (<em>Chromolaena odorata L</em>.) pada bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> penyebab infeksi kulit. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini bersifat <em>true eksperimental </em>menggunakan populasi 1 cawan petri isolat bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>dari laboratorium bakteriologi program studi DIII Teknologi Laboratorium Medis ITSKes ICMe Jombang dengan menggunakan metode difusi cakram. Pada penelitian ini terdapat variabel independen yaitu air perasan daun harou dan variabel dependen yaitu aktivitas antibakteri pada bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik <em>random sampling</em>. <strong>Hasil:</strong> Pada penelitian ini didapatkan hasil uji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 100% air perasan murni daun harou (<em>Chromolaena odorata L</em>.) dan kontrol negatif yang menggunakan <em>aquadest</em> dengan masing-masing 16 kali pengulangan yaitu 0 mm (tidak terbentuk zona hambat). <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil ini maka kesimpulannya adalah air perasan langsung daun harou tidak memiliki aktivitas antibakteri pada pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Diharapkan kepada peneliti lain untuk melakukan pengujian dengan membandingkan berbagai metode ekstraksi untuk menentukan metode mana yang paling tepat dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus.</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/319Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) Dan Buah Salak (Salacca zalacca) Terhadap Bakteri Escherichia coli2025-11-28T02:26:50+00:00zidni nuronmuhammadw001212@gmail.comFarach Khanifah FarachKhanifah@gamil.comRista Novitasari ristan@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Infeksi <em>Escherichia coli</em> masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama sebagai penyebab utama penyakit diare di negara berkembang. Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik sintetis mendorong perhatian yang lebih besar terhadap agen antibakteri alami sebagai alternatif terapi. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun jambu biji (<em>Psidium guajava</em> L.) dan buah salak (<em>Salacca zalacca</em>) terhadap <em>E. coli</em>. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah metode difusi cakram pada media Mueller-Hinton Agar dengan 16 kali pengulangan. Ekstrak dikombinasikan pada konsentrasi penuh (100%) dan diaplikasikan pada cakram kertas yang diletakkan pada media yang diinokulasi <em>E. Coli </em>kemudian inkubasi selam 24 jam. <strong>Hasil:</strong> kombinasi ekstrak menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 12,625 mm, yang mengindikasikan aktivitas antibakteri yang kuat. Analisis statistik menggunakan uji t-independen dengan program SPSS menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif (p < 0,05), yang menegaskan efek penghambatan pertumbuhan bakteri oleh ekstrak tersebut. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun jambu biji dan buah salak kombinasi yang sinergis sebagai agen antibakteri alami yang kuat terhadap <em>Escherichia coli</em>.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/359Formulation and Physical Quality Testing of Lip Balm Preparations from Pineapple Leaf Extract (Ananas comosus L)2026-05-22T06:14:42+00:00Cikra Safitricikraikhda@gmail.comfiorentina astridastridviolent@gmail.com<p>The vulnerability of lips to environmental factors has created a need for safe and effective care products. With more and more people becoming aware of the potential risks of synthetic chemicals, the demand for natural cosmetics is increasing. This study aims to utilize pineapple leaf waste (Ananas comosus L.), which is rich in beneficial compounds, to make lip balm cosmetics, as well as to check the physical quality of the product. This study was conducted experimentally, beginning with the extraction of pineapple leaves by maceration using 70% ethanol. The resulting extract was then made into three types of lip balm consisting of a base formula without extract (F1), extract with a concentration of 0.3% (F2), and extract with a concentration of 0.6% (F3). All products were tested for physical quality, including organoleptic testing, stability, spreadability, and pH measurement, in accordance with existing standards (SNI). The results of the physical quality test showed that formulas F1 and F2 met all requirements. Specifically, all formulas had spreadability in accordance with SNI (between 3–7 cm) and a pH level that was safe for the lips (4.5–6.5). The pH of products containing extract (F2 and F3) was 5, slightly lower than the base formula (F1=6) due to the addition of extract, which tends to have acidic properties. However, in the formula with the highest extract concentration (F3, 0.6%), the resulting product is less homogeneous.</p> <p><strong>Keywords:</strong> lip balm; pineapple leaf extract; formulation; physical quality</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/389Analysis of Blood Viscosity through Neutrophil Lymphocyte Ratio and Activated Partial Thromboplastin Time Parameters as Predictors of Hemorheological Disorders in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus2026-05-22T06:52:13+00:00Mely Purnadiantiomansukarna@gmail.comArshy Prodyanatasari M.Pd.arshy.prodyanatasari@iik.ac.id<p><em>Type 2 diabetes mellitus (T2DM) not only causes metabolic disorders but also triggers chronic inflammation and hypercoagulation that contribute to changes in the physical properties of blood. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) as an inflammatory marker and Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) as a coagulation parameter have the potential to reflect hemorheological disturbances that can be explained through Poiseuille's law. This study aimed to analyze the correlation between NLR and APTT and interpret it from a biophysical perspective. A cross-sectional study involved 21 T2DM patients at Mojowarno Christian Hospital, Jombang. NLR examination used a Mindray BC-5380 hematology analyzer and APTT used a CoaDATA 501 coagulometer. Results showed mean NLR of 3.43 (33% increased) and APTT of 30.40 seconds (95% normal). Spearman Rank correlation test showed no significant relationship between NLR and APTT (r=0.272; p=0.234). Although not statistically correlated, biophysically both parameters independently contribute to increased blood viscosity which, according to Poiseuille's law, will decrease blood flow rate and increase the risk of vascular complications. Direct viscosity measurement is needed for empirical confirmation. This study underscores the importance of a multidisciplinary approach in understanding the pathophysiology of T2DM.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/396an Analisis Stres Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas “X “ Surabaya 2026-05-22T06:56:36+00:00nimatu zuliananikmatu.zuliana@iik.ac.idMelinda Oktaviaoktavia28.kim@gmail.comDeni Jayantodeniluvi@gmail.com2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/404Gambaran Jumlah Bakteri Staphylococcus pada Kasus Keputihan Ibu Hamil Trimester III2026-05-22T07:01:32+00:00Novia Agustinanovia.agustina05@gmail.comMely PurnadiantiMely.Purnadianti@iik.ac.idMardiana Putrimardiana.prasetyani@iik.ac.idArshy Prodyanatasariarshy.prodyanatasari@iik.ac.idRisma Azizrismaaziz@gmaiul.com<p>Kesehatan vagina pada ibu hamil sangat bergantung pada keseimbangan flora normal yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Gangguan pada keseimbangan mikroorganisme ini dapat memicu infeksi yang menjadi salah satu faktor utama penyebab komplikasi kehamilan. Keputihan menjadi tanda awal adanya infeksi mikroorganisme di dalam vagina. Keputihan yang bersifat patologis dan dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan komplikasi berbahaya bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah bakteri Staphylococcus pada kasus keputihan ibu hamil trimester III. Bakteri Staphylococcus diisolasi dari spesimen swab vagina dan ditumbuhkan pada media Manitol Salt Agar (MSA). Koloni yang tumbuh diidentifikasi dan dihitung jumlah bakterinya berdasarkan metode <em>Standard Plate Count</em>. Teknik sampling dilakukan dengan <em>accidental sampling</em> dan diperoleh sampel sebanyak 16 spesimen swab vagina ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkan bakteri Staphylococcus yang ditemukan yaitu, spesies <em>Staphylococcus epidermidis </em>sebanyak 7 spesimen (44%), dan <em>Staphylococcus aureus</em> sebanyak 9 spesimen (56%). Jumlah rerata koloni bakteri <em>Staphylococcus epidermidis</em> yaitu 4,4x10<sup>5</sup> CFU/ml, sedangkan <em>Staphylococcus aureus</em> 4,8x10<sup>7 </sup>CFU/ml. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang gambaran jumlah bakteri Staphyloococcus pada kasus keputihan ibu hamil trimester III, sehingga mendukung ibu hamil untuk selalu menjaga kebersihan vagina agar terhindar dari berbagai komplikasi selama kehamilan</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Bakteri<em> Staphylococcus</em>, Keputihan, Swab vagina, Ibu hamil.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journalshttps://www.jurnal.iik.ac.id/index.php/jurnalsintesis/article/view/423Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Politeknik Bhakti Kartini Terhadap Penggunaan Sunscreen/Tabir Surya2026-07-03T03:11:04+00:00Neni Rahmaninanirahmani@gmail.comFitri Wijayantifitridewi@gmial.comAyu Fajariyaniayu222@gmail.comNida Nursaidahnida222@gmail.com<p>Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, seperti kemerahan, kulit menggelap (tanning), hingga penuaan pada kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar ruangan. Penting bagi seseorang untuk mengetahui aturan dan cara pakai yang tepat dalam menggunakan sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa Politeknik Bhakti Kartini terhadap penggunaan sunscreen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dan analisis data yang digunakan analisis univariat. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang disebarkan secara daring melalui WhatsApp kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 120 responden, mayoritas adalah perempuan sebanyak 102 responden (85%), mayotitas responden pada rentang usia 17-25 tahun sebanyak 108 responden (90%), mayoritas sumber informasi responden berasal dari media sosial sebanyak 85 responden (70,8%), dan alasan utama responden memilih dan membeli sunscreen adalah kesesuian dengan jenis kulit sebanyak 100 responden (83,3%). Mayoritas reponden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang sebanyak 56 responden (46,7%). Kesimpulannya, sebagaian besar mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penggunaan sunscreen, namun masih diperlukan edukasi lebih lanjut agar pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan sunscreen dapat meningkat.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Authors and Journals