Journal of Synthesis Science Applied Science Analysis Laboratory Bhakti Wiyata Institute of Health Sciences
T DETEKSI BAKTERI Staphylococcus sp. PENYEBAB JERAWAT DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN WAJAH PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PAGERWOJO
Pdf (Bahasa Indonesia)

Keywords

Kata kunci: Staphylococcus sp., Jerawat, Pengetahuan Perawatan Wajah

How to Cite

IMASARI, T. and Emasari, F. . (2022) “T DETEKSI BAKTERI Staphylococcus sp. PENYEBAB JERAWAT DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN WAJAH PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PAGERWOJO”, Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 2(2), pp. 58-65. doi: 10.56399/jst.v2i2.20.

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Faktor-faktor penyebab timbulnya jerawat antara lain seperti faktor genetik, hormon, makanan, kondisi kulit , psikis, cuaca, infeksi bakteri Staphylococcus sp, pekerjaan, kosmetika dan bahan kimia yang lain.  Kebersihan wajah bertujuan untuk mengurangi bakteri atau mikroorganisme dari permukaan kulit dengan cara mengurangi sebum dan kotoran tanpa menghilangkan lipid barrier kulit. Kebersihan wajah yang optimal didukung dengan cara perawatan kulit wajah dengan menggunakan pembersih. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi  adanya Staphylococcus sp. penyebab timbulnya jerawat dan untuk mengetahui korelasi bakteri Staphylococcus sp.dengan tingkat pengetahuan perawatan wajah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pagerwojo Tulungagung. Metode penelitian ini analitik korelasi dengan menggunakan teknik purposive sampling dan sampel yang digunakan sebanyak 14 sampel. Sampel yang digunakan yaitu swab dari penderita jerawat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji biakkan kultur pada media BAP, MSA, NAS dan pewarnaan Gram serta kuisioner untuk mengertahui tingkat pengetahuan perawatan wajah. Hasil penelitian yaitu teridentifikasi bakteri Gram positif Staphylococcus aureus sebesar 79% dan Staphylococcus albus sebesar 21% penyebab timbulnya jerawat serta hasil kuisioner pengetahuan perawatan wajah pada siswa kelas XI dengan kategori cukup 78%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat Staphylococcus aureus dan Staphylococcus albus penyebab timbulnya jerawat dan tidak ada korelasi adanya bakteri Staphylococcus sp dengan tingkat pengetahuan perawatan wajah pada siswa kelas XI di SMKN 1 Pagerwojo Tulungagung

 

 

https://doi.org/10.56399/jst.v2i2.20
Pdf (Bahasa Indonesia)

References

Burch, J. M., dan Aeling, J. L. (2011) Acne and acneiform eruptions. Dalam: Fitzpatrick, J., dan Morelli, J. Dermatology Secrets Plus. Edisi ke-4. Singapore: Elsevier Inc

Draelos, Z.D., 2006. Skin Care for the Sensitive Skin and Rosacea Patient: The Biofilm and New Skin Cleansing Technology. Cos Derm;19: 520-22. Draelos, Z.D., 2006. Skin Care for the Sensitive Skin and Rosacea Patient: The Biofilm and New Skin Cleansing Technology. Cos Derm;19: 520-22.

Engelman, D, Kiang, K, Chosidow, O, McCarthy, J, Fuller, C, Lammie, P, et al. 2013. Toward the Global Control of Human Scabies:Introducing the International Alliance for the Control of Scabies. PLOS Neglected Tropica Diseases. 7 (8):1-4

E. Decroli. 2008. Profil Ulkus Diabetik Pada Penderita Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M Djamil Padang. Buletin Penelitian Kesehatan, 58(1).

Hertanto, D.C.F. 2013. Hubungan Antara Kebersihan Wajah Dengan Kejadian Acne Vulgaris Pada Siswa SMA Negeri 3 Klaten. Naskah Publikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Meilina, N.E., dan Hasanah, A.N. 2018. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garnicia Mangostana L.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat. Jurnal Farmaka 16(2):322–23.

Miratunnisa, L.M., dan Hajar, S. 2015. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Kentang (Solanum Tuberosum L.) Terhadap Propionibacterium. Prosiding Penelitian UNISBA 513.

Mukhopadhyay, P., 2011. Cleansers And Their Role In Various Dermatological Disorders. Indian J Dermatol. pp 2-6.

Notoadmodjo, S. 2007, Promosi kesehatan dan ilmu perilaku, Rineka Cipta, Jakarta. Notoatmodjo, S. 2010, Ilmu Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, hal 50-52. Notoatmodjo, S. 2012, metodelogi penelitian kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta

Pratami, Hema Anggika, Ety Apriliana, and Prambudi Rukmono. 2013. “Identifikasi Mikroorganisme Pada Tangan Tenaga Medis Dan Paramedis Di Unit Perinatologi Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung.” Medical Journal Of Lampung University 85–94.

Sirajudin, A., Sibero, H.T., dan Anggraini, D.I. 2019. Prevalensi Dan Gambaran Epidemiologi Akne Vulgaris Di Provinsi Lampung. JK Unila | 3(2):1.

Wahdaningsih, S., E. K. Untari., dan Y. Fauziah. 2014. 'Antibakteri Fraksi nHeksana Kulit Hylocereus polyrizus Terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes'. Pharmaceutical Sciences and Research. 1(3) : 180-193. Available at : http://psr.ui.ac.id/index.php/journal/article/view/3490.

Wasitaatmadja, S, M. 2001. Masalah Jerawat pada Remaja. Jakarta: FK-UI, (70-77, 232).

Wasitaarmadja, S., M. 2007, Ilmu penyakit kulit kelamin, Universitas Indonesia, Jakarta

Widjaya. E. (2000) Rosasea dan akne vulgaris. Dalam: Harahap, M. Ilmu penyakit kulit. Jakarta: Hipokrates.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2022 TRIFFIT IMASARI, Ardiyati

Downloads

Download data is not yet available.