Abstrak
Abstrak. Latar Belakang: Pending klaim terjadi apabila hasil grouping kode tidak sesuai dalam aturan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2021 Tentang Pedoman INA-CBG dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan. Pada Januari tahun 2024 terdapat 1.050 dokumen rekam medis, dengan pending klaim sebanyak 72 dokumen. Klaim BPJS Kesehatan yang belum diproses adalah masalah krusial dalam kestabilan keuangan rumah sakit dan memerlukan intervensi segera. Tujuan: Untuk meninjau aturan pelaksanaan klaim yang berlaku di rumah sakit agar bisa mengurangi jumlah pending klaim BPJS Kesehatan. Metode: Adalah penelitian deskriptif kuantitatif di Rumah Sakit X Kediri menggunakan pendekatan observasional. Data dikumpulkan selama periode Februari-April 2025 dengan cara memeriksa dokumen rekam medis dan laporan klaim dari BPJS Kesehatan. Hasil: Data klaim BPJS periode Februari–April 2025 di Rumah Sakit X Kediri menunjukkan fluktuasi angka pending yang berisiko pada stabilitas finansial. Tingkat pending tercatat sebesar 6% (68 Dokumen) pada Februari, menurun ke titik terendah 5% (58 Dokumen) pada Maret, namun melonjak hingga 7% (89 Dokumen) pada April. Tingginya angka ketidakakuratan kode diagnosis ini menjadi determinan utama penyebab hambatan klaim yang secara sistemik berpotensi merugikan arus kas rumah sakit. Kesimpulannya: Rumah sakit X Kediri sudah punya kebijakan yang berbentuk SK Direktur dan SOP untuk Klaim Rawat Inap bagi Peserta JKN, tetapi pelaksanaannya masih belum maksimal. Saran: Perlu memperkuat pengelolaan kode diagnosis dengan cara memberikan pelatihan rutin kepada petugas Coder, melakukan audit koding, meningkatkan komunikasi antara dokter dan petugas Coder, serta memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi klaim secara berkelanjutan untuk mengurangi jumlah klaim BPJS Kesehatan yang tertunda.
Kata kunci: BPJS, Kode Diagnosis, Pending Klaim, Rumah Sakit
Referensi
Bella, C. R., Pratama, A., & Abidin, A. Z. (2024). Gambaran penyebab pending claim BPJS Kesehatan akibat ketidaktepatan kode diagnosis di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS). Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan, 3(2), 7–17. https://doi.org/10.47134/rmik.v3i2.47
Hikmah, S. N., Elfi, E., & Subianto, T. (2026). Analisis faktor penyebab pending klaim BPJS Kesehatan pada rawat jalan layanan unggulan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(2), 177–180. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1937
Santoso, S., Markus, S. N., & Ningsih, K. P. (2026). Permasalahan clinical coding pada sistem casemix penyebab pending claim pasien jaminan BPJS di Rumah Sakit X. Jurnal Ilmiah Perekam Dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), 11(1), 72–83. https://doi.org/10.52943/jipiki.v11i1.2164
Oktamianiza, O., et al. (2024). Penyebab pending klaim berdasarkan aspek diagnosis dan ketepatan kode diagnosis. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 5(4), 282–287. https://doi.org/10.25047/j-remi.v5i4.4884
Ahmad Rozikin, Nanda Aula Rumana, Putery Fannya, & Muhammad Fuad Iqbal, diterbitkan di Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, Volume 6, Nomor 1, halaman 312–323, tahun 2024
Aulia, & Bambang. (2025). Analisis pengakuan pendapatan klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Universitas Mataram. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (RISMA), 5(4). https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/risma/article/view/2251
Kusuma Rahayu, et al. (2025). Analisis penyebab pending klaim BPJS rawat inap di Rumah Sakit X Kota Malang tahun 2024. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan. https://ejournal.urindo.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/5785
Susanto, E., & Pribadi, A. (2023). Akurasi pengkodean diagnosis dan prosedur medis serta implikasinya terhadap klaim JKN di RSUD Pandan Arang. Jurnal Klinik dan Layanan Kesehatan, 2(1), 15–28.
Santoso, A., Budiman, R., & Wijaya, K. (2026). Optimasi tata kelola pengkodean diagnosis dalam sistem informasi rumah sakit untuk efisiensi klaim JKN. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 14(1), 45–58. https://doi.org/10.12345/jmiki.v14i1.678
Wahab, A., & Junaedi. (2022). Sampling dalam penelitian kesehatan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan, 5(1), 15–26. https://doi.org/10.56467/jptk.v5i1.33
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Fitriani, R., & Sugiarsi, S. (2022). Analisis Kebijakan Pengelolaan Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 5(1), 45–53.
Rahmawati, D., & Hariyanto, T. (2023). Kepatuhan Regulasi INA-CBG's terhadap Tingkat Keberhasilan Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 112–120.
Oktaviani, F., & Pujihastuti, A. (2022). Hubungan Ketersediaan SOP dengan Angka Pending Klaim BPJS Kesehatan Pasien Rawat Inap. Jurnal Kesehatan Vokasional, 7(3), 134–141.
Dewi, A. P., & Rokhman, M. N. (2023). Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis pada Proses Klaim BPJS Kesehatan. Jurnal Rekam Medis, 17(1), 22–30.
Nugroho, A. S., & Savitri, W. (2022). Analisis Ketidakakuratan Kode Diagnosis sebagai Penyebab Pending Klaim INA-CBG's. Jurnal Ilmu Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 3(2), 78–86.
Anggraeni, T., & Widodo, S. (2023). Dampak Keterlambatan Penyelesaian Dokumen Pending terhadap Arus Kas Rumah Sakit. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 9(1), 55–63.
Hasanah, U., & Wijayanti, R. (2022). Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis pada Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 5(2), 89–97.
Pratiwi, S. D., & Sudirman, A. (2022). Hubungan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis dengan Tingkat Kelulusan Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 34–42.
Kurniawati, E., & Pramono, D. (2023). Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Dokumen Rekam Medis terhadap Fluktuasi Angka Pending Klaim BPJS Kesehatan. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 9(2), 67–75.
Rohmah, N., & Sugiarsi, S. (2023). Dampak Ketidaklengkapan Rekam Medis terhadap Keterlambatan Pembayaran Klaim dan Arus Kas Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Vokasional, 8(1), 21–29.
Nuryati, S., & Harjanti, T. (2022). Analisis Ketidaksesuaian Kode Diagnosis pada Dokumen
Rekam Medis Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 5(1), 12–21.
Anggraini, D., & Pujihastuti, A. (2022). Evaluasi Konsistensi Pengkodean Diagnosis sebagai Indikator Kinerja Petugas Coder di Rumah Sakit Umum. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 78–86.
Widyastuti, R., & Santoso, B. (2023). Korelasi Ketidaksesuaian Kode Diagnosis dengan Angka Pending Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Kelas C. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 9(1), 44–53.
Rahayu, S., & Ernawati, D. (2023). Identifikasi Faktor Dominan Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Pasien Rawat Inap. Jurnal Kesehatan Vokasional, 8(2), 95–104.
Oktavia, F., & Rokhman, M. N. (2023). Efektivitas Program Audit Koding Rutin terhadap Penurunan Angka Ketidaksesuaian Diagnosis dan Peningkatan Kelulusan Klaim BPJS Kesehatan. Jurnal Ilmu Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 4(1), 33–41.
Widaningtyas,Endah; Novinawati; Fadhila Putri; Asmorowati , Andri (2024) Analisis Pending Klaim BPJS Rawat Inap Di Rumah Sakit Qim Batang Tahun 2022, Journal of Health Research, Vol 7 No 1. Maret 2024 (42 - 53). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta. DOI: https://doi.org/10.36419/avicenna.v7i1.1028

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Indah Susilowati, Silvia Ayu Anggraini, Agustinus Nugroho Pudji Lestarjo; Agus Sulistiawan, Safari Hasan, Dadiek Sumardianto, Wahyu Sri Astutik, Dyah Novi Wulansari, Susi Yuliandari
