Abstrak
Penerapan e-Puskesmas merupakan bagian dari transformasi digital layanan kesehatan dasar di Indonesia yang bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan, akurasi pencatatan, serta integrasi data kesehatan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan yang menyebabkan sistem belum berjalan optimal di banyak Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelompokkan faktor-faktor penghambat penerapan e-Puskesmas di Indonesia melalui metode literature review. Studi ini menggunakan data sekunder berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2022–2025 dan diperoleh melalui pencarian Google Scholar dengan kata kunci terkait e-Puskesmas dan faktor penghambat. Proses seleksi
dilakukan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta digambarkan melalui diagram PRISMA, sehingga diperoleh delapan artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan penerapan e-Puskesmas bersifat multidimensional dan relatif konsisten di berbagai wilayah. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan dan literasi digital, keterbatasan sarana prasarana, kualitas jaringan internet yang rendah, keandalan aplikasi yang belum optimal, serta lemahnya dukungan organisasi dan kebijakan internal. Selain itu, permasalahan integrasi sistem, khususnya bridging dengan aplikasi lain seperti P-Care BPJS, turut memperburuk efektivitas implementasi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan penerapan e-Puskesmas tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga memerlukan kesiapan SDM, infrastruktur yang memadai, dukungan manajemen, serta
integrasi sistem yang berkelanjutan.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Suyaningrum Suyaningrum
