Abstract
Pendahuluan: Infeksi kulit merupakan masalah kesehatan yang terjadi hampir di seluruh dunia dan salah satu penyebab infeksi kulit yaitu bakteri Staphylococcus aureus. Upaya pengobatan terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri sejauh ini adalah dengan menggunakan antibiotik namun, bakteri Staphylococcus aureus saat ini mengalami resistensi pada antibiotik sintesis yaitu terhadap metisillin yang dikenal dengan MRSA (Metisillin Resisten Staphylococcus aureus) dan telah menimbulkan masalah serius di bidang kesehatan sehingga diperlukan alternatif lain dengan menggunakan antibiotik dari tumbuhan tradisional. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antibakteri air perasan daun harou (Chromolaena odorata L.) pada bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi kulit. Metode: Penelitian ini bersifat true eksperimental menggunakan populasi 1 cawan petri isolat bakteri Staphylococcus aureus dari laboratorium bakteriologi program studi DIII Teknologi Laboratorium Medis ITSKes ICMe Jombang dengan menggunakan metode difusi cakram. Pada penelitian ini terdapat variabel independen yaitu air perasan daun harou dan variabel dependen yaitu aktivitas antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik random sampling. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil uji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 100% air perasan murni daun harou (Chromolaena odorata L.) dan kontrol negatif yang menggunakan aquadest dengan masing-masing 16 kali pengulangan yaitu 0 mm (tidak terbentuk zona hambat). Kesimpulan: Berdasarkan hasil ini maka kesimpulannya adalah air perasan langsung daun harou tidak memiliki aktivitas antibakteri pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Diharapkan kepada peneliti lain untuk melakukan pengujian dengan membandingkan berbagai metode ekstraksi untuk menentukan metode mana yang paling tepat dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
References
Andika, B., Halimaturssakdiah, H., & Amna, Ur. (2020). Analisis Kuralitatif Sernyawa Mertabolit Serkurnderr Erkstrak Daurn Gurlma Siam (Chromolaerna odorata L.) di Kota Langsa, Acerh. QUrIMICA: Jurrnal Kimia Sains Dan Terrapan, 2(2), 1–6.
Desmawati (2015). Hubungan personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Al-Kautsar Pekanbaru. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau. Jurnal Vol 2 No 1, Februari 2015.
Derwi, R., & Marniza, Er. (2019). Interrnational Standard of Serrial Nurmberr 2622-1020 Rersmila Derwi. Jurrnal Sainterk Lahan Kerring, 2(2), 61–62
Djohan Herrlinda, Sugito, Sutriswanto (2022). Daya Hambat Air Perasan Daun Purcurk Merrah (Syzygiurm oloerna) terrhadap perrturmburhan bakterri Staphylococcurs aurrerurs. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, Mei 2022.
Ferbriani, Y., Ansyah, A., Razali, M., & Margata, L. (2024). Urji Aktivitas Antibakterri Erkstrak Ertanol Daurn Kirinyurh (Chromolaerna odorata) terrhadap Perrturmburhan Bakterri Erscherrichia coli dan Staphylococcurs aurrerurs. Forter Jourrnal, 4, 225–231.
Nurria, M. C., & Faizaturn, A. (2009). Urji aktivitas antibakterri erkstrak ertanol daurn Jarak Pagar (Jatropha Currcas L) terrhadap bakterri Staphylococcurs aurrerurs ATCC 25923, Erscherrichia coli ATCC 25922, dan Salmonerlla typhi ATCC 1408. Merdiagro, 5(2).
Pakadang, S. R. (2022). Poternsi Antibakterri Erkstrak Daurn Kopasanda (Chromolaerna odorata L) terrhadap Pserurdomonas aerrurginosa dan Staphylococcurs aurrerurs. Jurrnal Kerfarmasian Akfarindo, 94–99.
Pratiwi, R. H. (2017). Merkanismer perrtahanan bakterri patogern terrhadap antibiotik. Pro-Lifer, 4(3), 418–429.
Radji, M. (2011). Mikrobiologi panduran mahasiswa farmasi dan kerdokterran. Pernerrbit Burkur Kerdokterran ErGC, Jakarta.
Rertnowati, Y., Bialangi, N., & Posangi, N. W. (2011). Perrturmburhan bakterri Staphylococcurs aurrerurs pada merdia yang dierkspos derngan infurs daurn sambiloto (Andrographis panicurlata). Jurrnal Sainsterk, 6(2).
sayerkti, Sri, Anthofani Farhan, M. Shahiburl Alan, and Fakurltas Vokasi. 2023. “Urji Daya Hambat Antibakterri Erkstrak Daurn Mimba (Azadirachta indica a. jurss.) terrhadap Bakterri Staphylococcurs aurrerurs derngan Mertoder Difursi Cakram Rersistancer Terst Antibacterrial of Nererm erxtract (Azadirachta indica a. jurss.) against Bacterria Staphylococc.” insan cernderkia 10(3):220–26.
Silva, D. C. G. G. er, Plaplerr, H., Costa, M. M. da, Silva, S. R. G. er, Sá, M. da C. A. der, & Silva, B. S. L. er. (2013). Low lerverl laserr therrapy (AlGaInP) applierd at 5J/cm2 rerdurcers ther proliferration of Staphylococcurs aurrerurs MRSA in infercterd wournds and intact skin of rats. Anais Brasileriros der Derrmatologia, 88(1), 50–55.
Sursanto, D. Surdrajat dan R. Raga (2012). Sturdi Kandurngan Bahan Aktif Turmburhan Merranti Merrah (Shroera lerprursurla miq) Serbagai Surmberr Sernyawa Antibakterri. Murlawarman Scierntifier 11(2): 181-190

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Authors and Journals
