Abstract
Pada tahun 2021 angka penyebaran virus Covid-19 semakin meningkat, sehingga masyakarat diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah memebrsihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer merupakan produk yang digunakan untuk menghilangkan mikroorganisme dari tangan untuk mencegah mikroorganisme penginfeksi dan mengurangi pertumbuhan dari mikroorganisme yang menyebabkan infeksi penyakit. Di sisi lain, lidah buaya (Aloe vera) memiliki kandungan Aloeverose yang berkhasiat dalam penyembuhkan luka.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan gelling agent Carbomer dan CMC-Na pada formulasi dan evaluasi fisik hand sanitizer lidah buaya (Aloe vera). Selanjutnya, kedua bahan tersebut dibandingkan untuk mendapatkan formulasi yang terbaik Hasil penelitian menujukkan bahwa formula 2 (F2) memiliki kestabilan yang lebih baik dari formula 1 (F1). Evaluasi mutu fisik kedua produk memperlihatkan bahwa keduanya memiliki bentuk semisolid dan berbau khas lidah buaya. F1 bewarna agak keruh sedangkan F2 bening. Selanjutnya, uji pH menunjukkan kedua produk berada pada rentan pH toleransi untuk kulit yaitu 5,6 serta daya sebar yang memenuhi parameter sediaan gel. Uji hedonisme yang mengindikasikan bahwa F2 lebih banyak disukai daripada F1 dari segi bentuk, warna, bau dan daya lekat.
References
Acton, Q.A., 2013, Biguanides—Advances in Research and Application: 2013 Edition: ScholarlyBrief, Scholarly Editions Publisher,U.S.A, p. 81.
Arifin, J., 2014, Intensif Budidaya Lidah Buaya Usaha dengan Prospek Yang Kian Berjaya, Yogyakarta: Pustaka Baru Press, Hal. 1-25
Amin, J. E., 2014. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Basis Sediaan Gel Ekstrak Daun Botto’-Botto’ (Chromolaena odorata L.) Sebagai Obat Luka Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan. Universitas Islam Negeri Alauddin: Makassar
Budiman, M.H., 2008, Uji Stabilitas Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Krim Yang Mengandung Ekstrak Kering Tomat (Solanum lycopersicum Linn), Skripsi, Universitas Indonesia, Depok.
Galeri, Tiara Indah., Astuti, D. S., Barlian, A. A. 2015. Pengaruh jenis Basis Na.CMC Terhadap Kualitas Fisik Gel Esktrak Lidah Buaya (Aloe vera L.). Politeknik Harapan Bersama. Indonesia. Jurnal Ilmiah Farmasi, Vol.4 no 1.. Hal : 28
Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., and Singla, S., 2002, Spreading of Semisolid Formulation: An Update, Pharmaceutical Technology, diakses tanggal 12 April 2021.
Ismiyati, T.Y. Hendrawati dan Ratri ,A.N. 2017. Pelatihan Budidaya Dan Pengolahan Aloe Vera Menjadi Bahan Tambahan Makanan dan Lotion di Aisyiah Kota Depok. Jurnal Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Jakarta: Kemenkes RI. Diakses pada tanggal 14 April 2021 dari https://infeksiemerging.kemkes.go.id/
Nily, Su’aida, Sari, D. I., Fitriana, M., 2017. Optimasi Sediaan Gel Fraksi Etil Asetat Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) Dengan Kombinasi Basis CMS-Na dan Carbomer Menggunakan Metode Simplex Lattice Design. Universitas Lambung Mangkurat. Journal of Current Pharmaceutical Sciences, Vol. 1 No.1 : Hal. 20
Wijaya, R. A., 2013. Formulasi Krim Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Alternatif Penyembuhan Luka Bakar. Universitas Negeri Semarang. Semarang : Hal. 7-8
World HealthOrganization. (2020). WHO GuidelineonHandhygiene in Health care (AdvancedDraft) tahun 2006 WHO/EIP/SPO/QPS/06. Tersedia: http://premierinc.com/safety/topics/guidelines/downloads/whohand-hygiene-guidelines.pdf. Diakses 19 Maret 2021.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2022 Muhammad Mochtar, Lupita, Pemta Tiadeka
