Abstrak
Diskordansi antara kadar C-Reactive Protein (CRP) dan Laju Endap Darah (LED) pada pasien diabetes melitus tipe-2 dengan ulkus sering ditemukan dalam praktik klinis, namun mekanisme biofisika yang mendasarinya belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kadar CRP terhadap potensial zeta membran eritrosit dan LED pada pasien diabetes melitus tipe-2 dengan ulkus. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 di RSU Daha Husada Kota Kediri. Populasi adalah seluruh pasien rawat inap dengan diabetes melitus tipe-2 dan ulkus tahun 2024 sebanyak 85 orang, dengan sampel 20 pasien yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data primer meliputi pemeriksaan kadar CRP (metode aglutinasi lateks), LED (metode Westergren), dan potensial zeta membran eritrosit (zeta potential analyzer). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier dengan SPSS versi 25 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden, 18 pasien (90%) memiliki CRP negatif (<6 mg/L) dan 2 pasien (10%) CRP positif. Sebanyak 12 pasien (60%) mengalami peningkatan LED, dimana 10 diantaranya (55,6%) memiliki CRP negatif. Kedua pasien dengan CRP positif menunjukkan peningkatan LED sangat signifikan (75 mm/jam dan 110 mm/jam). Simpulan penelitian ini mengonfirmasi adanya diskordansi antara CRP dan LED pada separuh responden, mengindikasikan peran potensial zeta membran eritrosit sebagai mediator biofisika dalam menentukan kecepatan LED. Penelitian lanjutan dengan pengukuran potensial zeta secara langsung dan analisis bentuk molekuler CRP sangat diperlukan untuk memperkuat temuan ini.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Penulis dan Jurnal
