Abstrak
Penyebab pneumonia yakni berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, maupun jamur. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh paparan bahan kimia atau kerusakan fisik pada jaringan paru-paru. Tujuan penelitian mengetahui antibiotik manakah yang lebih cost-effective dilihat dari outcome terapi dan harganya yang lebih efisien antara antibiotik Levofloxacin dan Ceftriaxone pada pasien pneumonia dewasa rawat inap peserta BPJS kelas III di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif, yaitu dengan menelusuri dan menganalisis data pasien pada periode sebelumnya melalui pengumpulan data rekam medis dan data keuangan rumah sakit. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 40 pasien. Analisis data dilakukan menggunakan metode Average Cost Effectiveness Ratio (ACER). Variabel yang dianalisis meliputi efektivitas terapi serta biaya medis langsung yang dikeluarkan selama perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas terapi pada pasien pneumonia yang dirawat inap di RSM Ahmad Dahlan pada tahun 2024 mencapai 100% baik pada kelompok terapi Ceftriaxone sebanyak 20 pasien maupun pada kelompok Levofloxacin sebanyak 20 pasien. Berdasarkan hasil perhitungan nilai ACER, terapi yang paling cost-effective dalam penatalaksanaan pneumonia adalah penggunaan antibiotik Ceftriaxone dengan biaya sebesar Rp25.554, lebih rendah dibandingkan dengan terapi menggunakan antibiotik Levofloxacin yang memiliki nilai ACER sebesar Rp30.914.
Referensi
Gunawan, Sulistia Gan. Setiabudy, Rianto. Nafrialdi. Elysabeth. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: FKUI.
Hadiq, S., Bunyanis, F., Wulandari, N. A., & Basri, W. (2024). Evaluation of Antibiotic Use in Hospitalized Adult Patients with Pneumonia at Nene Mallomo Regional Hospital, Sidrap Regency. Media Informasi, 20(Category 0), 73–79.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Penulis dan Jurnal
