Abstrak
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) tidak hanya menyebabkan gangguan metabolik tetapi juga memicu inflamasi kronis dan hiperkoagulasi yang berkontribusi terhadap perubahan sifat fisik darah. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai penanda inflamasi dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) sebagai parameter koagulasi berpotensi mencerminkan gangguan hemoreologi yang dapat dijelaskan melalui hukum Poiseuille. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi NLR dengan APTT serta menginterpretasikannya dalam perspektif biofisika. Penelitian cross-sectional melibatkan 21 pasien DMT2 di RS Kristen Mojowarno Jombang. Pemeriksaan NLR menggunakan hematologi analyzer Mindray BC-5380 dan APTT menggunakan coagulometer CoaDATA 501. Hasil menunjukkan rata-rata NLR 3,43 (33% meningkat) dan APTT 30,40 detik (95% normal). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara NLR dan APTT (r=0,272; p=0,234). Meskipun tidak berkorelasi secara statistik, secara biofisika kedua parameter berkontribusi independen terhadap peningkatan viskositas darah yang menurut hukum Poiseuille akan menurunkan laju aliran darah dan meningkatkan risiko komplikasi vaskular. Pengukuran viskositas langsung diperlukan untuk konfirmasi empiris. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memahami patofisiologi DMT2.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Penulis dan Jurnal
