Abstrak
Morbus Hansen merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Untuk pengobatan penyakit ini menggunakan Multy Drug Therapy (MDT). Pengobatan ini dapat menghambat perkembangan dan membunuh bakteri M. leprae. IgG Anti phenolic glycolipid-1 (PGL-1) merupakan pemeriksaan untuk deteksi M. leprae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar Imunologlobulin G (IgG) anti PGL-1 pada pasien Morbus Hansen yang menjalani pengobatan MDT. Metode pemeriksaan menggunakan diskriptif dengan kuota sampling. Pemeriksaan anti PGL-1 menggunakan ELISA. Hasil penelitian didapatkan terjadi peningkatan kadar IgG anti PGL-1 pada semua sampel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan kadar IgG anti PGL-1 mengartikan bahwa penghancuran bakteri M. leprae berjalan dengan baik.
Referensi
Kemenkes RI. 2012. Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta, Ditjen PP dan PL, Jakarta.
Rukua, M.S., Santi, M., Hari, Basuki, N. 2015. Pengembangan Indeks Prediktif Kejadian Default Pengobatan Kusta Tipe Mb Di Kabupaten Sampang. Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 3, No. 3 September 2015: 387–399.
Susanto, Tantut, dkk.. 2013. Perawatan Klien Kusta Di Komunitas. Jakarta: Trans Info Media.
Tangkidi, D., Oktavia, R.L.S., Renate, T.K. 2015. Morbus Hansen Multibasiler Relaps Dengan Reaksi Eritema Nodosum Leprosum Bulosa Pada Seorang Anak. Jurnal Biomedik (JBM). Volume 7, Nomor 3, November 2015;195-201.
Cendaki, Q.A. 2018. Temuan Keberadaan Dna Mycobacterium Leprae Di Udara Sebagai Indikasi Penularan Kusta Melalui Saluran Pernapasan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 10, No. 2 April 2018: 181–190.
Devides, A.C., Rosa PS., Belone, A.de.F., Coelho, N.M.B, Ura, S,., Silva, E.A. 2018. Can anti-PGL-1 and anti-NDO-LID-1 antibody titers be used to predict the risk of reactions in leprosy patients.doi:10.1016/j.diagmicrobio.2018.03.002.
Srihartati, Enik dan Indropo, Agusni. 2010. Uji Serologik Anti PGL-I pada Penderita Kusta (Anti PGL-I Serologic Test in Leprosy). Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin. 22 (3): 165-17.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2020 Sri Wahyuni, Siska Kusuma Wardani, Yogo Suwiknyo, Nur Hayatin
